Aliansi Masyarakat Pengawal Marwah dan Cita-cita Presiden Indonesia melakukan aksi di depan Istana Merdeka, Kamis (24/7/2025), Jakarta. Jakarta, Arintanews – Sekelompok generasi muda yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pengawal Marwah dan Cita-cita Presiden Indonesia yang ingin mewujudkan Indonesia maju, Indonesia sejahterah dan Indonesia berkeadilan, menuju Indonesia Emas, melakukan aksi di depan Istana Merdeka, Kamis (24/7/2025), Jakarta.
Mereka menuntut agar Presiden Prabowo berani bertindak tegas terhadap menteri yang tidak sejalan dengan visi Presiden, dan tidak bisa bekerja agar diganti dengan rakyat Indonesia mampu bekerja dan punya visi sejalan dengan Presiden.
Aldo, humas Aliansi Masyarakat Pengawal Marwah dan Cita-cita Presiden Indonesia menyatakan, visi misi Presiden Prabowo adalah menghilangkan ketimpangan, kemiskinan, dan meringankan penderitaan. Ini harus mampu wujudkan oleh para menteri.
“Namun realitasnya, kemiskinan masih merajalela. Jurang ketimpang antara desa dan kota semakin tajam. Itu menunjukan tata kelola pemerintahan belum berdampak positif terhadap kehidupan masyarakat kecil, petani, buruh, dan pedagang kecil,” ujar Aldo.
Hal serupa disampaikan Jacky, koordinator lapangan, kondisi sosial ekonomi bangsa tidak berkeadilan dan tidak berkerakyatan. Menteri-menteri harus mampu mewujudkan cita-cita Presiden. “Presiden harus berani bertindak tegas terhadap bawahannya, jika mereka bekerja bukan untuk kepentingan rakyat. Masih banyak anak bangsa yang bisa menggantikan mereka,” tutur Jacki.
Jacky menambahkan, aksi ini adalah dukungan moril yang riil kepada Presiden Prabowo, meminta Presiden segera berani bertindak, dan mengganti menteri yang tidak kapabel. Aksi massa serupa yang lebih besar bisa terjadi, bila Presiden tak berani bertindak.
Salah tuntutan aksi yang mereka sampaikan yaitu, anggota kabinet yang tidak sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto harus segera diganti. Jangan sampai waktu pemerintahan yang dipimpin Presiden sudah hilang dan terbuang secara sia-sia, sebab pemerintahan hampir berjalan satu tahun. (Ajo-1)


Tidak ada komentar