
Jakarta, Arintanews.com – Sebagian pihak keluarga korban tewas dalam kebakaran Ruko PT Terra Drone Indonesia mengaku kecewa dengan perlakuan manajemen Terra Drone yang dianggap enggan bertanggung jawab terkait santunan.
Hal ini diungkapkan Mulyati saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu 15 April 2026.
Mulyati mengungkapkan kekecewaannya terhadap perusahaan karena mengalami kesulitan menjalin komunikasi.
“Saya sedikit ya pak ya, saya mohon kepada PT Terra ya, saya memang mamahnya bukan istrinya. Sabagai ahli waris apapun dengan aturan, masalah materi dan sebagainya, silakan. Tapi saya mohon, saya kecewa sama PT Terra menghubunginya sulit sekali,” kata Mulyati dalam persidangan.
Dia bahkan mengaku sempat mendatangi pihak perusahaan ke Bandung, namun tidak mendapatkan tanggapan atas yang dilakukannya.
“Tolong lah PT Terra, mengerti kesedihan saya, hanya tahu ‘bu ini, bu itu’ selesai. Saya tidak akan menjadi kecewa, kan begitu,” kata dia.
Ibu dari korban bernama Muhahmmad Apriyana ini juga menceritakan awal mula dirinya mengetahui kabar kebakaran itu. Dia menyebut informasi pertama kali dia terima dari anak bungsunya yang menelepon.
Namun saat keluarganya tiba di lokasi, korban disebut sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit dalam kantong jenazah. Dia juga tidak diizinkan melihat oleh polisi karena sedang dilakukan visum.
“Enggak boleh, sama polisi tidak boleh. Sedikit pun karena lagi divisum dan saya dengan aturan apa pun saya ikuti. Walaupun saya sedihnya luar biasa. Saya cuma minta melihat jarinya sedikit dan aturan polisi tidak boleh dilihat,” katanya.


Tidak ada komentar